Berkeliling TMII Dengan Sepeda

Jakarta – Berbagai macam sarana transportasi tersedia untuk mengelilingi Taman Mini Indonesia Indah. Salah satunya adalah sepeda. Dengan harga sewa mulai dari Rp10.000 sampai Rp30.000, pengunjung bisa puas mengelilingi TMII.

Ramainya pengunjung yang kerap kali membuat macet di Taman Mini, sering membuat pengunjung lain malas berkeliling menggunakan kendaraan bermotor. Salah satu alternatif kendaraan yang mudah dipakai untuk berkeliling adalah sepeda.

Selain tidak menimbulkan macet, bersepeda di TMII juga membuat pengunjung lebih santai dan sehat ketika berkeliling. Seperti 6 orang pemuda yang terlihat asyik tertawa sambil semangat mengayuh menikmati bersepeda mengelilingi TMII, pada Sabtu (12/12).

Enam orang pemuda yang menggunakan dua buah sepeda bersadel 3 tersebut sedang melewati Anjungan Sumatera Barat. Mereka terus mengayuh mengambil jalan lurus, melewati Anjungan Sumatera Utara, Anjungan Nanggroe Aceh Darussalam, lalu melewati Anjungan Kalimantan Barat. Terkadang mereka terlihat lelah, namun mereka terus mengayuh sambil mengobrol dan sesekali tertawa.

Berbeda dengan pengguna sepeda lain, 4 orang remaja yang terdiri dari 1 laki-laki dan 3 perempuan sedang bersepeda dengan tenang. Mereka mengayuh dengan santai melewati Anjungan Riau, sesaat mereka berhenti untuk mengambil foto. Kemudian, mereka mengayuh kembali mengambil jalan lurus melewati Anjungan Sumatera Barat. Mereka sempat berhenti kembali beberapa kali untuk memotret.

Rute berkeliling

Dengan bersepeda, pengunjung bisa mengayuh sepedanya melewati Sasono Langen Budoyo, belok ke kiri sedikit dan langsung belok kanan melewati Anjungan Jambi di sebelah kiri, dan Stasiun Taman Budaya di sebelah kanan.

Kemudian, belok ke kanan, pengunjung akan menemui Anjungan Sumatera Selatan dan sederet anjungan lainnya, sedangkan di sebelah kanan terdapat bentuk mini kepulauan Indonesia di danau buatan.

Belok kanan melewati Istana Anak-Anak, kemudian belok kiri dan belok kanan kembali, pengunjung akan menemukan Museum Transportasi, dan Museum Keprajuritan. Terus lurus hingga menemui titik awal pintu masuk 1, pengunjung akan melewati berbagai tempat ibadah, seperti Gereja Protestan Haleluya, Gereja Katolik Santa Catharina, Masjid Pangeran Diponegoro, dan Kelenteng Kong Miao.

Jika ingin bersepeda lebih banyak, pengunjung bisa mengambil rute yang lebih jauh, yaitu dengan belok kiri setelah pintu masuk 1, lalu belok kanan melewati Terminal C. Pada Terminal C, pengunjung bisa mampir untuk mencoba wahana gondola, atau kereta gantung.

Setelah melewati Terminal C, pengunjung akan menemukan Snowbay, dan Museum Penerangan. Lurus terus pengunjung akan melewati berbagai Taman, seperti Taman Kaktus, Taman Apotik Hidup, dan Taman Melati. Masih lurus, sederet Anjungan terdapat di sisi kiri jalan. Seperti Anjungan Papua Barat, Anjungan Maluku Utara, Anjungan Gorontalo, dan lainnya.

Menemui perempatan lalu belok kiri, terdapat Taman Burung di sisi kiri. Kemudian belok ke kanan, terdapat Monumen Persahabatan Negara Non Blok, Pusat Peragaan IPTEK, dan Museum Minyak dan Gas Bumi. Dengan lurus saja mengikuti jalan hingga menemui titik awal pintu masuk 1, terdapat sederet Anjungan di sebelah kanan. Seperti Anjungan NTT, Anjungan NTB, Anjungan Bali, dan lain sebagainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s