Tipe-Tipe Pembeli di Pasar Parung Panjang

Parung Panjang, adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terkadang, orang sering tertukar antara Parung Panjang dengan Parung. Padahal, kedua itu merupakan nama kecamatan yang berbeda, walaupun keduanya terletak di kabupaten yang sama.

Salah satu pasar yang paling ramai dan terkenal di Parung Panjang ialah Pasar Tradisional Parung Panjang. Pasar ini terletak di dekat Stasiun Parung Panjang. Bagaimana kondisi pasar ini?

Jalanan di pasar ini masih rusak. Masih terdapat lubang di mana-mana, lubang ini yang akan menyebabkan genangan air saat hujan. Oleh karena itu, jika hujan turun, pasar ini menjadi sangat becek.

Tetapi, kondisi jalanan yang kurang baik tidak mengurungkan minat masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di sini. Harganya yang jauh lebih murah daripada di minimarket ataupun supermarket membuat masyarakat terlena untuk berbelanja di sini.

Bicara soal pasar, tentunya ada penjual dan pembeli. Menurut Yana, salah satu pedagang yang menjual pakaian di pasar ini, ada beberapa tipe pembeli yang terdapat di Pasar Parung Panjang.

Tipe pertama, pembeli yang selalu menawar harga. “Di sini, semuanya selalu menawar harga. Yah seperti jual beli biasa, tawar menawar. Harganya berapa, ditawar berapa. Kita kurangi berapa, yah seperti itu,” ujar Yana. Tipe ini memang yang paling sering dijumpai kala berbelanja di pasar tradisional.

Tipe kedua, pembeli yang menawar harga terlalu rendah, sehingga pedagang tidak dapat memberikan barangnya dengan harga yang diajukan pembeli. Kemudian, pembeli tersebut berubah sikapnya menjadi galak atau jutek.

“Kadang banyaklah yang seperti itu. Kita menjual dengan harga sekian, si calon pembeli menawar dengan harga sekian, tapi kita tidak bisa berikan, karena memang tidak bisa dengan harga yang diajukan pembeli. Padahal kita sudah berikan harga pas,” jelas Yana kembali bercerita.

Tipe ketiga, pembeli yang sudah menawar harga, sudah mencoba atau melihat-lihat barang, tetapi tidak jadi membeli. Tipe ini juga cukup sering ditemui. Yana pun kembali bercerita dengan santai, “Ada banyak juga yang seperti itu. Kadang si calon pembeli melihat-lihat saja. Kita sebagai penjual ya sewajarnya menawarkan dagangan kita, lalu kita tanya dia ingin yang mana. Kemudian, ia menawar harga, kadang jadi membeli, kadang tidak.”

Tipe terakhir, pembeli yang tidak menawar harga. Tipe ini sangat jarang ditemui di pasar, apalagi di pasar tradisional. “Yah jarang sih yang seperti itu. Walaupun kita sudah menetapkan harga, harganya sudah dibanderol, tapi pasti ada saja yang minta dikurangi.”

Menurut pria yang sudah berjualan di sini sejak 2005, tipe pembeli yang sering membuatnya kesal ialah pembeli yang sudah menawar harga, lalu tidak jadi membeli. Namun, ia tetap mondar mandir sampai pihak penjual menyetujui harga yang ia ajukan.

“Yang sering membuat kesal itu, kita kan sudah kasih harga pas, tapi pembelinya kekeuh dengan harga yang ia ajukan. Kemudian, dia pergi meninggalkan toko kita. Tapi, beberapa saat kemudian kembali lagi untuk menanyakan, “Pak, dikasih tidak?” saya jawab, “Belum dapat, Bu.” Kadang mondar mandir sampai setuju dengan harga tertentu. Kita sebagai penjual juga bilang, “sudah bu, kalau mau ya segitu. Kalau tidak yah tidak apa-apa, itu juga kita ambil untung hanya sedikit.” Kesal kan repot jika seperti itu. Apalagi jika sedang ramai, pelanggan yang lainnya jadi tidak terlayani,” jelas Yana mengungkapkan kekecewaannya dengan panjang lebar.

Memang, setiap manusia memiliki karakter yang berbeda. Kita pun pasti ingin mendapatkan harga terbaik dengan kualitas terbaik dalam membeli sesuatu. Tapi, jangan lupa, pedagang juga manusia. Mereka juga bisa kecewa jika pembeli menawar harga terlalu ‘sadis’.

 

 

 

note:

tulisan ini sudah pernah diterbitkan di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s